Bagaimana Kehidupan si Miskin
Pada suatu hari, seorang ayah dari keluarga yang sangat kaya mengajak anaknya berlibur ke daerah pedesaan dengan tujuan untuk menunjukkan kepada anaknya bagaimana orang yang miskin hidup.
Mereka menghabiskan beberapa hari menginap sebuah rumah di desa itu. Setelah liburan itu selesai, sang ayah bertanya kepada anaknya
Ayah : “Bagaimana liburannya ?”
Anak : “Sangat menyenangkan, Yah”
Ayah : “Apakah kamu sekarang kamu bisa melihat betapa miskinya kehidupan seseorang ?”
Anak : “iya aku dapat melihatnya sekarang”
Ayah : “jadi, coba katakan padaku apa yang kamu pelajari dari liburan ini?”
Anak : “Di rumah kita hanya punya satu anjing, sedangkan mereka punya empat. Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai setengah taman kita, sedangkan mereka punya sungai yang tidak ada ujungnya. Kita punya lentera-lentera impor untuk menerangi taman, tapi mereka memiliki bintang-bintang di langit. Teras kita di rumah luas sampai ke halaman depan, sedangkan halaman mereka jauh sekali sampai batas cakrawala. Kita hanya punya tanah sedikit untuk hidup, sedangkan mereka punya ladang sejauh mata memandang. Kita punya pelayan yang membantu kita, sedangkan mereka saling membantu satu sama lain. Kita membeli makanan, sedangkan mereka menumbuhkannya sendiri. Kita mempunyai tembok dan pagar untuk melindungi rumah kita, sedangkan mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.”
Sang ayah tertegun, tidak dapat berkata-kata.
Kemudian si Anak menambahkan “Terima kasih Ayah, kamu telah menunjukkan betapa miskinnya kita”
Filed under kisah insprasi, kisah motivasi, pelajaran hidup | Comments (3)
Hidup adalah Anugrah
Hari ini sebelum anda berpikir untuk berkata kasar - ingatlah orang yang tidak bisa bicara
Sebelum mengeluh tentang rasa makanan yang anda makan - ingatlah orang yang tidak punya apapun untuk dimakan
Sebelum mengeluh ke suami atau istri anda - ingatlah orang yang menangis ke Tuhan agar diberikan jodoh
Sebelum mengeluh tentang kehidupan anda - ingatlah orang yang pergi lebih dini ke alam kubur
Sebelum mengeluh tentang anak-anak anda - ingatlah orang yang sangat menginginkan anak tetapi mereka mandul
Sebelum anda protes kepada istri / suami anda tentang kotornya rumah - ingatlah orang yang hidup di jalanan
Sebelum anda mengeluh tentang melelahkannya pekerjaan anda - ingatlah kepada para pengangguran dan orang-orang cacat yang ingin sekali bekerja seperti anda
Dan ketika beban hidup sangat menekan anda - tersenyumlah dan berterima kasihlah kepada Tuhan anda masih diberi hidup
^_^
Filed under renungan | Comments (5)Kisah Perempuan Buta
Pada suatu ketika hiduplah seorang perempuan yang buta, ia membenci dirinya sendiri hanya karena dia buta. Ia membenci semua orang, kecuali pacarnya. Pacarnya selalu ada untuk perempuan buta itu. Perempuan itu bilang jika saja ia dapat melihat, maka ia akan menikahi pacarnya itu.
Suatu hari, seseorang mendonorkan sepasang mata untuk si perempuan sehingga ia sekarang bisa melihat. Pacar perempuan itu bertanya “Sekarang kamu sudah bisa melihat, sudikah engkau untuk menikah denganku ?”
Sang perempuan terkejut saat pertama kali melihat pacarnya, tenyata pacarya itu buta juga. Mengetahui hal itu ia menolak ajakan menikah dari pria yang dari dulu sering menemaninya.
Setelah ditolak, sang pria itu pergi sambil menangis. Dan beberapa hari kemudian ia menulis surat untuk sang perempuan : “Jagalah mataku baik-baik…”
Seperti itulah bagaimana otak kita juga berubah ketika status kita berubah. Hanya sedikit orang yang masih ingat siapa yang menemani kita di saat masa-masa sulit.
Filed under kisah insprasi | Comments (7)Nilai dalam Diri
Seorang pembicara motivasi terkenal memulai seminarnya sambil memegang selembar uang 20 dolar di depan 200 orang, ia berkata kepada audiensnya “Siapa yang mau uang 20 dolar ini ?”
Para audiens mengacungkan tangannya. Continue reading »
Filed under kisah motivasi | Comments (14)Hati-hati terhadap Pikiran Anda
Hati-hati terhadap Pikiran Anda - Pikiran kita mempunyai kemampuan yang begitu besar yang tidak dapat kita bayangkan. Berfungsi sebagai perpustakaan besar di otak kita, yang mampu membuka informasi secepat kilat. Kita bahkan tidak perlu mengetahui cara pikiran bekerja, kita hanya merawatnya dan keajaiban akan terjadi. Yang saya maksud merawat disini ialah menjaga pikiran kita agar selalu positif, agar pikiran kita ini tetap sehat.
Filed under pikiran | Comments (10)
Don’t Judge the Book from It’s Cover
Don’t Judge the Book from it’s Cover - Kita semua tahu arti kata mutiara ini “jangan menilai orang dari tampilan luarnya“. Tapi sungguh aneh, kita sebagai manusia biasa tidak bisa lari dari kebiasaan buruk menilai orang dari tampilan luarnya.
Continue reading »